STGH HKBP Sipoholon
Sejarah, Visi, Misi, Tujuan & Nilai
Pilih tab di bawah untuk mempelajari perjalanan sejarah panjang serta landasan strategis STGH HKBP.
Sejarah Singkat STGH HKBP Sipoholon
Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP Sipoholon
Berawal dari pendirian Seminari Parausorat pada tahun 1868 di Tapanuli Selatan oleh misionaris RMG, kini bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP dengan Program Studi Strata Satu (S-1) Pendidikan Agama Kristen (PAK).
Pendirian Seminari Parausorat (Awal Mula)
Para misionaris RMG di tanah Batak sepakat mendidik orang Batak menjadi tenaga guru berjiwa misionaris. Didirikanlah Sekolah Guru Injil pertama bertempat di Parausorat, dikenal sebagai “Seminari Parausorat”. Angkatan pertama terdiri dari 5 murid (Thomas, Paulus, Markus, Yohannes, dan Ephraim) yang dikenal sebagai Guru Zending. Seminari ini berhasil meluluskan 27 guru dalam 3 angkatan.
Sekolah Guru Mardalandalan
Berkat usaha penginjilan Dr. I.L. Nommensen di Silindung, kebutuhan pelayanan pribumi semakin mendesak. Dibukalah Sekolah Guru “Mardalandalan”, di mana murid berpindah-pindah menemui gurunya (Dr. I.L. Nommensen di Pearaja, A. Mohri di Sipoholon, dan P.H. Johannsen di Pansurnapitu) selama 4 tahun masa pendidikan.
Pendirian Seminari Pansurnapitu
Secara resmi didirikan Seminari Pansurnapitu dengan pengajar P.H. Johannsen dan J.H. Meerwaldt, dilengkapi fasilitas asrama. Seiring bertambahnya murid, lokasi Pansurnapitu tidak lagi memadai. Pdt. Dr. J. Warneck mengusulkan pemindahan lokasi ke lahan yang lebih luas di Sipoholon.
Peresmian Seminarium Sipoholon / Sekolah Guru Huria (SGH)
Pimpinan RMG (Pdt. Dr. Schreiber) dan Pdt. Heinrich Culeman bersepakat dengan warga Desa Simanungkalit untuk membangun lokasi baru. Pada 1 Desember 1901, Seminarium Sipoholon diresmikan (diompoi) yang kemudian dikenal dengan Sekolah Guru Huria (SGH). Pengajar pertama meliputi Pdt. Dr. J. Warneck (Pimpinan Perguruan), A. Harder, dan Gr. Manase Simanungkalit.
Transformasi Menjadi STGH HKBP Sipoholon
Sejak 2011, SGH bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP yang disahkan melalui SK Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI No. DJ.III/KEP/HK.005/196/2013. Pada Juli 2022, STGH HKBP Sipoholon meraih sertifikat Akreditasi Program Studi bernilai “BAIK” dari BAN-PT (SK No. 4442/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2022), yang kemudian disempurnakan nama institusinya melalui SK BAN-PT No. 7890/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/X/2022.
Visi Perguruan Tinggi
“Menjadi lembaga pendidikan seminari yang menghasilkan lulusan sarjana pendidikan yang cerdas spiritual, berwawasan teologi yang komprehensif dan integral.”
Misi Perguruan Tinggi
Pendidikan & Pembelajaran
Menyelenggarakan pendidikan dan proses pembelajaran sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teologi dan pendidikan Kristen.
Keterampilan Praktis & Seni
Melaksanakan kegiatan keterampilan dalam bidang musik gerejawi, seni suara, dan administrasi gereja.
Penelitian Akademik
Melaksanakan kegiatan penelitian yang berhubungan dengan masalah dan perkembangan teologi dan pendidikan Kristen di tengah gereja, sekolah, dan masyarakat.
Pengabdian Kepada Masyarakat
Melakukan pengabdian sebagai bagian dari implementasi ilmu pengetahuan bidang teologi dan pendidikan Kristen di tengah gereja, sekolah, dan masyarakat.
Bimbingan Spiritual & Kerohanian
Melaksanakan bimbingan spiritual melalui berbagai kegiatan kerohanian.
Tujuan Perguruan Tinggi
Menghasilkan lulusan yang profesional di bidang teologi dan pendidikan Kristen.
Menghasilkan lulusan yang terampil di bidang musik, seni suara, dan administrasi gereja.
Menghasilkan lulusan yang tanggap pada perkembangan yang terkait dengan teologi dan pendidikan Kristen di gereja, sekolah, dan masyarakat.
Menghasilkan lulusan yang rela mengabdikan ilmu teologi dan pendidikan Kristen di tengah gereja dan masyarakat.
Menghasilkan lulusan yang memiliki spiritualitas yang tangguh dalam tugas pelayanan dan pengabdian.
Nilai-Nilai Perguruan Tinggi
TAAT
Setia dan tunduk pada firman Tuhan, etika pelayanan, serta disiplin aturan kelembagaan dan akademik.
TELADAN
Menjadi contoh baik dalam karakter, integritas kerohanian, bertutur kata, dan bersikap di masyarakat.
TERAMPIL
Memiliki keahlian dan kecakapan dalam teologi, pengajaran, musik gerejawi, serta administrasi.